Plasenta Dibawah Pada Kehamilan 7 Bulan: Penyebab, Dampak, dan Penanganannya

Kehamilan adalah masa yang penuh harapan sekaligus tantangan bagi setiap ibu. Pada usia kehamilan tujuh bulan atau sekitar 28 minggu, banyak perubahan penting yang terjadi, tak terkecuali posisi plasenta. Salah satu kondisi yang sering membuat ibu hamil cemas adalah plasenta dibawah atau dikenal medis dengan istilah plasenta previa. Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai plasenta dibawah pada kehamilan 7 bulan, termasuk penyebab, dampak yang mungkin terjadi, serta cara penanganannya agar ibu dan janin tetap sehat hingga persalinan. Wikipedia Bahasa Indonesia

Apa Itu Plasenta dan Fungsinya dalam Kehamilan?

Plasenta adalah organ yang tumbuh di dalam rahim selama kehamilan dan berperan sangat penting. Fungsi utamanya adalah menyuplai oksigen dan nutrisi dari darah ibu ke janin serta membuang sisa metabolisme janin. Plasenta juga memproduksi hormon yang membantu menjaga kehamilan dan mempersiapkan tubuh ibu untuk melahirkan.

Letak plasenta biasanya di bagian atas atau samping rahim. Namun, dalam beberapa kasus, plasenta dapat tumbuh di lokasi yang kurang ideal, seperti dekat atau menutupi mulut rahim. Kondisi ini dikenal sebagai plasenta dibawah atau plasenta previa.

Mengenal Plasenta Dibawah (Plasenta Previa)

Plasenta dibawah adalah kondisi di mana plasenta menempel terlalu rendah di rahim, sehingga menutupi sebagian atau seluruh mulut rahim (serviks). Kondisi ini dapat muncul pada usia kehamilan 7 bulan atau lebih awal dan memerlukan perhatian khusus.

Plasenta previa terbagi dalam beberapa tipe, yaitu:

  • Plasenta previa total: plasenta menutupi seluruh mulut rahim.
  • Plasenta previa parsial: plasenta menutupi sebagian mulut rahim.
  • Plasenta previa marginal: plasenta berada di tepi mulut rahim.
  • Plasenta previa rendah: plasenta letaknya dekat mulut rahim tapi tidak menutupi.

Penyebab Plasenta Dibawah pada Kehamilan 7 Bulan

Penyebab pasti plasenta dibawah tidak selalu diketahui, tapi beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini, antara lain:

  1. Kehamilan sebelumnya dengan plasenta previa: Riwayat plasenta dibawah pada kehamilan sebelumnya bisa berulang.
  2. Operasi rahim sebelumnya: Seperti operasi caesar atau kuret, yang dapat mempengaruhi letak plasenta.
  3. Perokok dan penggunaan kokain: Kebiasaan ini bisa mempengaruhi penempelan plasenta secara abnormal.
  4. Kehamilan multipel: Wanita hamil kembar atau lebih berisiko lebih tinggi.
  5. Usia ibu yang lebih tua: Wanita hamil di atas 35 tahun cenderung memiliki risiko lebih besar.

Dampak dan Risiko Plasenta Dibawah pada Kehamilan 7 Bulan

Plasenta dibawah menjadi perhatian khusus karena dapat menimbulkan beberapa risiko serius bagi ibu dan janin jika tidak ditangani dengan baik, antara lain:

Risiko pada Ibu

  • Pendarahan vagina: Salah satu gejala utama plasenta previa adalah perdarahan tanpa rasa nyeri pada trimester kedua atau ketiga.
  • Risiko persalinan prematur: Pendarahan yang terjadi bisa memicu kelahiran dini.
  • Kebutuhan operasi caesar: Karena posisi plasenta menutupi jalan lahir, persalinan normal biasanya tidak memungkinkan.
  • Anemia: Pendarahan yang berulang dapat menyebabkan kekurangan darah yang serius.

Risiko pada Janin

  • Kurangnya oksigen: Plasenta yang bermasalah bisa mengurangi suplai oksigen dan nutrisi ke janin.
  • Risiko lahir prematur: Bisa menyebabkan bayi lahir sebelum waktunya dengan risiko kesehatan yang lebih tinggi.
  • Berat badan lahir rendah: Akibat suplai nutrisi yang terhambat.

Gejala Plasenta Dibawah yang Perlu Diwaspadai

Saat usia kehamilan mencapai 7 bulan, penting bagi ibu hamil untuk mengenali gejala plasenta dibawah agar segera mendapatkan penanganan medis. Beberapa gejala yang umum terjadi antara lain:

  • Pendarahan vagina berwarna merah cerah, biasanya tanpa rasa sakit.
  • Kontraksi rahim yang tidak teratur.
  • Rasa tidak nyaman atau berat di perut bagian bawah.
  • Kelelahan berlebihan akibat kehilangan darah.

Jika mengalami gejala seperti ini, segera konsultasikan ke dokter atau bidan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana Diagnosa Plasenta Dibawah pada Kehamilan 7 Bulan?

Diagnosa plasenta dibawah biasanya dilakukan melalui pemeriksaan USG (ultrasonografi) transabdominal atau transvaginal. Pemeriksaan ini akan menunjukkan posisi plasenta secara jelas dan membantu dokter menentukan jenis plasenta previa yang dialami.

Penting untuk rutin melakukan pemeriksaan antenatal, terutama pada kehamilan trimester kedua dan ketiga untuk memantau letak plasenta dan kondisi janin.

Penanganan dan Perawatan Plasenta Dibawah pada Kehamilan 7 Bulan

Penanganan plasenta dibawah disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi ibu serta janin. Berikut beberapa langkah perawatan yang biasanya dilakukan:

Istirahat dan Pembatasan Aktivitas

Ibu hamil dianjurkan untuk banyak beristirahat, terutama menghindari aktivitas berat, berdiri lama, dan hubungan seksual yang dapat memicu perdarahan.

Pengawasan Ketat oleh Dokter

Rutin kontrol kehamilan untuk memantau posisi plasenta dan kondisi janin. Dokter juga akan memeriksa tanda-tanda perdarahan serta mempersiapkan tindakan bila diperlukan.

Penanganan Jika Terjadi Perdarahan

Bila pendarahan ringan, biasanya cukup dengan istirahat dan observasi. Namun, jika perdarahan berat terjadi, ibu mungkin harus dirawat inap dan mendapat transfusi darah serta persiapan persalinan.

Persalinan dengan Operasi Caesar

Untuk plasenta previa total dan sebagian, persalinan normal tidak disarankan karena risiko perdarahan hebat. Operasi caesar direncanakan untuk mengurangi komplikasi dan menjaga keselamatan ibu dan bayi.

Tips Menjaga Kehamilan dengan Plasenta Dibawah

  • Ikuti semua anjuran dokter dan jangan ragu untuk bertanya jika ada keluhan.
  • Hindari mengangkat beban berat dan aktivitas yang berisiko memicu perdarahan.
  • Makan makanan bergizi untuk mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin.
  • Segera periksakan diri bila muncul tanda-tanda pendarahan atau nyeri perut.
  • Lakukan pemeriksaan USG sesuai jadwal untuk memantau posisi plasenta.

Kesimpulan

Plasenta dibawah pada kehamilan 7 bulan merupakan kondisi yang perlu mendapat perhatian serius karena dapat berisiko bagi ibu dan janin. Dengan sering melakukan pemeriksaan kehamilan, mengenali gejala awal, dan mengikuti arahan medis, ibu hamil dapat menjalani masa kehamilan dengan lebih aman. Jangan ragu untuk konsultasi dengan tenaga kesehatan jika mengalami keluhan terkait, agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

FAQ Seputar Plasenta Dibawah pada Kehamilan 7 Bulan

1. Apakah plasenta dibawah selalu berbahaya bagi kehamilan?

Tidak selalu. Pada beberapa kasus, plasenta yang letaknya rendah bisa bergeser ke posisi yang lebih aman saat kehamilan semakin tua. Namun, jika plasenta menutupi mulut rahim, risiko perdarahan dan komplikasi persalinan akan meningkat.

2. Bisakah plasenta dibawah menyebabkan keguguran?

Meski jarang, plasenta dibawah yang disertai perdarahan hebat dapat meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur. Oleh karena itu, penanganan dini sangat penting.

3. Apakah ibu dengan plasenta dibawah bisa melahirkan secara normal?

Biasanya ibu dengan plasenta dibawah total dianjurkan untuk menjalani operasi caesar guna menghindari risiko perdarahan berat. Namun, untuk plasenta previa rendah atau marginal, dokter akan menilai apakah persalinan normal memungkinkan.

4. Bagaimana cara mencegah plasenta dibawah?

Tidak ada cara khusus untuk mencegah plasenta dibawah karena penyebabnya beragam. Namun, menjaga kesehatan rahim dengan menghindari merokok, mengatur kehamilan dengan baik, dan menghindari operasi rahim yang tidak perlu bisa menurunkan risikonya.

5. Kapan saya harus segera ke rumah sakit jika memiliki plasenta dibawah?

Segera ke rumah sakit jika mengalami perdarahan vagina yang cukup banyak, nyeri perut hebat, terasa kontraksi intens, atau kondisi fisik memburuk seperti pusing dan lemas berlebihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *